Halaman

Rabu, 23 November 2011

berlari dalam kebingungan



saat itu lagit hitam.
dengan effek seperti layaknya foto sepia kami berjalan di sebuah istana,

"hey mau kemana kita?"
entah lah... kita ikuti saja langkah kaki,
"ok,aku akan mengikuti mu"
hingga tiba di ujung kolam,
byur.... aku berdua masuk ke sebuah danau,
entah apa yang kami cari,
semua berjalan begitu saja..
kami menelusuri air yang gelap itu dalm pekatnya malam.
hanya rongsokan yang ada.
rongsokan seperti bekas peperangan kerajaan.
hingga tiba tiba kami menemukan setitik kilauan emas bercahaya di dasar danau tersebut.

kami bergegas mendekati kilauan cahaya emas dengan berenang,
saat cahaya emas itu telah didepan kami,
aku menyadari ada orang dipesisir danau yang melihat juga,
layaknya seorang penasaran dia menyorot dengan senter..
aku pun naik ke permukaan.
wow, ternyata kami berada didanau seperti milik seseorang,
karena semua sisi di awasi oleh orang orang tersebut.
dengan pager tinggi yang menambah layaknya sebuah pertahanan keamanan.

semua orang ingin menangkap kami.
aku pun hendak mengajak teman yang tak menyadari area sekeliling untuk segera pergi,
namun dia tak menghiraukan,

saat aku keluar danau semua orang telah mengepung ku.
entahh lah semua ingin menangkap ku.
saat aku sadar bahwa aku memegang senjata,
kutembak semua yang ada di depan mataku,
suasana menjadi seperti layaknya medan pertempuran"
"byur"
aku masuk kembali ke danau untuk mencapai tepi danau lain dan mengajak temanku yang masih tak sadar bahaya di sekeliling.
hanya gelap dan kuning,
aku pun tarik temanku itu secara paksa untuk ketepi danau hingga iya baru menyadari,
aku berkata "ayo kita lari"
"wow baiklah" jawab temanku.
kemudian aku berteriak "naik lah pagar ini"
kami pun berhasil keluar,
dan terus berlari dari pengejaran,
melewati hutan, hingga hari pun terang,
dan aku berada di sebuah desa,
kemudian menyadari satu hal,
ternyata seseorang yang bersamaku adalah wanita,
aku menjadi merasa iba melihat dia terengah-engah,
tapi pengejaran masih berlangsung,
hingga tiba di sebuah hamparan sawah yang siap panen di dataran tinggi,
dengan rasa lelah terus berjalan melewati jalan kecil,
selanjutnya kami hendak melarikan ke timur,
namun ternyata kami ke daerah barat.
hingga kesadaran penuh pun mengambil alih semua,

0 komentar: