Halaman

Sabtu, 10 Desember 2011

floor 5



lelah dan kantuk,
saat itu ku rebahkan badan dan menarik nafas dalam dalam,
teringat latar yang sering ku singgahi saat mimpi,
"aku yakin jika malam ini aku kesana kembali aku bisa menyadari Lucid Dream"
sekali lagi kutarik nafas dan berkonsentrasi pada mata ketiga,
entah berapa lama relax, dan ternyata,
jreng....
dalam hati aku tertawa,
"hey ini kan ????"
"baik lah kawand.. mari kita liad sudut ruangan yang seharusnya Toilet,"
"wekksss ternyata sekarang jadi ruangan ya?"
seperti biasa..
saat sadar aku selalu melihat tangan dan bertanya apakah ini real or fantasy?
dan........
tangan ku menjadi aneh.
ukuran jari yang tak normal,
"yeah i m Lucid now"
aku nikmati ruangan dan melihat keanehan yang benar2 aneh =,='
dan malam itu aku menikmati,,
berjalan melihat gadis @__@
entah lah aku saat itu aku tidak berniat latihan AP dulu,
hanya ingin merasakan apa itu Lucid Dream :)


saat terbangun sempat terjadi False Awakening,
:D
sungguh Lucid Dream di Tingkat 2,

Jumat, 09 Desember 2011

Latihan Pagi

tadi pagi karena masih ngantuk saya niatin latian Astral,

seperti biasa saya coba rikeks, menutup mata, mengatur nafas,
beberapa lama kemudian telinga berdengung bunyi aneh,
Saya abaikan dan lanjutkan rileksasi,

beberapa lama kemudian masuk dalam keadan trance,
Trus terdengar suara MG,
awal - awal gk ngerasa terganggu,
Setelah beberapa lama,
saya malah takut juga dengernya,
dan akhirnya saya malah Panik,
saat berusaha sadar bangun,
Ternyata badan gk bisa gerak,
dapet SP deh,
Akhirnya saya nikmati,
Disitu badan sampai muka terasa amat bergetar hebat,
Tp Beberapa lama akhirnya sadar,

Disitu saya dapet sp berkali-kali,
Sadar -> sp -> sadar -> sp,
Mungkin hingga 4x/5x saya lupa,

Selama SP itu saya mencoba menikmati sensasinya,
Dan sempet mesasa melayang layang,
Namun akhirnya masih kembali ke keadaan sadar juga,
^,^
Biasanya klo nikmatin SP larinya ke lucid dream,
Tp sekarang malah ke-sadar,
Mungkin kedepannya ketika SP langsung teknik out,

Selasa, 29 November 2011

Lucid Dream in the Mosque?

Malam itu, saat dimana merasa lelah dan saatnya aku mencoba disiplin dengan satu teknik,
aku coba menggunakan Technique - Third eye escape method yaitu dimana kita berkonsentrasi pada area di dahi, antara kedua mata. Ini juga disebut "mata ketiga"
kubaringkan badan dengan tenang, dan mencoba tanpa memperdulikan apa pun,
hanya merasakan pada "mata ketika", hingga entah berapa lama tertidur aku merasa di sebuah mesjid,
Seseorang yang kukenal mengajakku berlatih AP dan membawaku masuk kehalaman dan teras masjid,
Disitu aku merasa melihat dua orang teman juga berada disana, entah lah, kemudian langsung saja kami semua berbaring dan menutup mata, hingga akhirnya "ssssssssssttttttt"
"Gelap" wew,dimana aku? AP? LD? hanya gelap yang ada,
dalam hati aku terus bertanya dimana ini? dimana dimana dimana?
ku gerakan badan sebebas bebasnya namun tetap gelap,
tak lama aku merasa tak bisa menggerakan badan ku, aku pikir aku akan sadar,
dan teringat trik LD dimana jika Luciditas menghilang cobalah berputar-putar (jika tidak salah)
dalam gelap aku lantas berputar-putar hingga merasa bisa merasakan tubuh ku kembali, namun tetap gelap,
dan entah kenapa saat itu aku tak bisa visualisasi,
hingga akhirnya membawa kesadaranku di sebuah masjid kembali,
"lep" aku pun terbaring di teras masjid, saat aku terbaring aku merasa kaki kiri kupegal,
hey... kenapa ini? tiba-tiba "lepp" -_- aku melihat sekeliling kamarku dan kaki kiri yang menyiku,
dan ternyata mesjid itu adalah mimpi.
hmmpp False Awakening,
Menarik ^_^

Senin, 28 November 2011

gallery fantasy









Technique - Third eye escape method





Setelah Anda benar-benar rileks,
berkonsentrasi pada area di dahi Anda antara mata Anda.
Ini juga disebut "mata ketiga"
Ini telah dikaitkan dengan kemampuan psikis sepanjang zaman.
Pada kenyataannya, ada sebuah kelenjar di daerah perkiraan kepala disebut 'pineal' kelenjar,
yang telah diyakini menjadi 'link' antara tubuh fisik dan spiritual.
Masih berkonsentrasi pada daerah ini,
memutar bola mata ke atas untuk posisi ini masih tertutup.
Jangan tegang mereka,
seharusnya tidak menjadi tidak nyaman.
Hanya roll mereka kembali sejauh nyaman.
Sementara di posisi ini dan masih benar-benar santai,
'akan' diri Anda untuk meninggalkan dari posisi ini.
Jangan kecewa jika tidak bekerja pertama kali,
atau Anda jatuh tertidur sebelum Anda proyek.
Terus berlatih dan Anda akan mendapatkan hasil!




mengingat sedikitnya perkembangan mengenai proyeksi saya pribadi,mungkin mulai saat ini saya akan mencoba fokus menggunakan satu teknik yang didapatkan dari beberapa sumber, dan kali ini saya akan berlatih menggunakan teknik "Third eye escape method"

tear






terkadang ini membuatku bingung,

ketika gelombang emosi datang tiba-tiba,

dalam keheningan

dalam keramaian

dalam rasa sakit tulang punggung ini

dalam sejuknya kepala ini,

dalam rasa sesak dada ini

tetes air mata yang tak mampu terbendung

mengalir,

tak ada dendam,

tak ada benci,

tak ada marah,

tak ada sakit hati,

hanya bercucuran tak terkendali,

entah apa ini,

aku tak pernah mengerti,

terkadang orang berkata

gila!

sakit jiwa!

****&^suck!!!

entah lah,

aku pun tak mengerti

dan aku hanya menikmatinya,

Rabu, 23 November 2011

berlari dalam kebingungan



saat itu lagit hitam.
dengan effek seperti layaknya foto sepia kami berjalan di sebuah istana,

"hey mau kemana kita?"
entah lah... kita ikuti saja langkah kaki,
"ok,aku akan mengikuti mu"
hingga tiba di ujung kolam,
byur.... aku berdua masuk ke sebuah danau,
entah apa yang kami cari,
semua berjalan begitu saja..
kami menelusuri air yang gelap itu dalm pekatnya malam.
hanya rongsokan yang ada.
rongsokan seperti bekas peperangan kerajaan.
hingga tiba tiba kami menemukan setitik kilauan emas bercahaya di dasar danau tersebut.

kami bergegas mendekati kilauan cahaya emas dengan berenang,
saat cahaya emas itu telah didepan kami,
aku menyadari ada orang dipesisir danau yang melihat juga,
layaknya seorang penasaran dia menyorot dengan senter..
aku pun naik ke permukaan.
wow, ternyata kami berada didanau seperti milik seseorang,
karena semua sisi di awasi oleh orang orang tersebut.
dengan pager tinggi yang menambah layaknya sebuah pertahanan keamanan.

semua orang ingin menangkap kami.
aku pun hendak mengajak teman yang tak menyadari area sekeliling untuk segera pergi,
namun dia tak menghiraukan,

saat aku keluar danau semua orang telah mengepung ku.
entahh lah semua ingin menangkap ku.
saat aku sadar bahwa aku memegang senjata,
kutembak semua yang ada di depan mataku,
suasana menjadi seperti layaknya medan pertempuran"
"byur"
aku masuk kembali ke danau untuk mencapai tepi danau lain dan mengajak temanku yang masih tak sadar bahaya di sekeliling.
hanya gelap dan kuning,
aku pun tarik temanku itu secara paksa untuk ketepi danau hingga iya baru menyadari,
aku berkata "ayo kita lari"
"wow baiklah" jawab temanku.
kemudian aku berteriak "naik lah pagar ini"
kami pun berhasil keluar,
dan terus berlari dari pengejaran,
melewati hutan, hingga hari pun terang,
dan aku berada di sebuah desa,
kemudian menyadari satu hal,
ternyata seseorang yang bersamaku adalah wanita,
aku menjadi merasa iba melihat dia terengah-engah,
tapi pengejaran masih berlangsung,
hingga tiba di sebuah hamparan sawah yang siap panen di dataran tinggi,
dengan rasa lelah terus berjalan melewati jalan kecil,
selanjutnya kami hendak melarikan ke timur,
namun ternyata kami ke daerah barat.
hingga kesadaran penuh pun mengambil alih semua,